Monday, February 4, 2013

3/2/2013

Aku memikirkan kamu hari ini. Aku memikirkan kamu dan aku. Aku tak tahu siapa wanita yang berdiri di sisimu namun kurasa itu aku.

Anggaplah dia aku dan kalau bukan
panggilah dia 'aku'.

Aku berdiri di sampingmu. Jari berpaut. Iris merefleksikan bayangan masing-masing. Aku terlihat konyol. Kau pun juga. Dan aku sendiri mau muntah membayanginya.

Aku berdiri di sampingmu. Tangan berpaut seperti waktu itu.

(Tidak berpikir aku satu kali pun. Anggap lucu saja karena toh praktik lelucon. Tidak ada maksud. Modus itu kata yang tak ada definisinya di kamusku)

Saling bertatap mata.

(Menjijikkan. Seakan semua membeku dengan partikel bercahaya yang entah dari mana datangnya menghantui pandangan. Lagu kehidupan seakan berputar dan bahkan Tuhan dengan rendah hatinya menghentikan waktu dunia. Biar seluruh jagat menyaksikan kekonyolan aku dan kamu. Biar berbarengan semuanya tertawa nanti.

Tatapan matamu tidak lagi seperti manusia. Tatapan matamu seperti setan. Tatapan matamu seperti pencuri melihat dompet tebal. Tatapan mataku seperti gembel melihat sampah. Tatapan mataku seperti pengemis melihat macet di jalan.

Tatapan matamu dan aku tidak seperti orang normal. Dan kamu pernah bilang itu kepadaku. Berbeda)

Mengumbar afeksi palsu. Aku memamerkan dirimu dan kamu memamerkan aku.

(Biar gatal yang melihat. Menggaruk kepala dan menatap dengan mulut setengah terbuka. Biar seperti kemarin mereka semua. Bukan kita lagi yang bodoh tapi mereka)

Kedekatan yang menjijikkan. Kita mengumbar kenajisan bersama dan tertawa kencang-kencang dalam hati. Menertawai kita dan dunia.

Karena hari itu aku bodoh bersamamu.

Garmen dengan tulisan serupa yang menempel di atas kulit. Aku menghadiahimu itu untuk menertawai dunia. Dan kita mengenakannya seperti mereka yang melanggar kenajisan dan tak peduli karenanya.

Karena butuh satu hari kita mengatakan peduli setan pada dunia. Butuh satu kali kita menajisi dunia.

Aku menulis ini malam-malam.Tak kunjung pelupuk berat karena terpikir dirimu sekali lagi.

Alhasil hal konyol yang tertulis. Aku mengaku pada dunia dan kepada dirimu. Jika kamu tak pernah membaca bersyukurlah. Jika iya anggap saja ini lelucon.

(Kau bilang yang mengena yang mudah dipahami. Bagus seperti itu katamu. Kubuat mudah kalau begitu :

Aku terus kepikiran dirimu)

No comments:

Post a Comment