Saya merasa bodoh. Menulis lebih jauh rasanya tak sanggup. Karena yang tumpah ruah nantinya hanya kebodohan. Yang jari saya tarikan hanya kata-kata orang dungu.
Mimpi saya terlalu tinggi mungkin. Atau pemikiran saya yang terlalu sombong. Atau mungkin lidah saya yang tak tahu diri.
Saya tak tahu. Yang saya tahu hanya satu. Bahwa saya adalah seorang bodoh.
Saya berbohong bahwa saya tak suka membaca. Dari awal memang tak suka. Namun, lebih kepada kenyataan bahwa saya akan menyadari bahwa penulis kata-kata yang saya baca adalah seseorang yang jauh lebih hebat dari saya. Ketika saya menulis satu dua kata, mereka telah menulis satu kalimat.
Kata-kata mereka seindah langit. Bak ditulis oleh tangan Tuhan. Yang membaca hanya dapat tercengang dengan mulut terbuka.
Lantas jika perbandingannya adalah tulisan saya, mungkin milik saya telah berakhir di kali comberan. Terlalu menjijikkan untuk dilihat. Bahkan berada di hadapan saja baunya tak menyedapkan. Model yang berakhir di bawah sol sepatu orang.
Saya telah berbicara terlalu banyak.
Saya kan orang bodoh yang tak sanggup menulis lebih banyak lagi.
Ah, maafkan saya karena telah mencoreng mata kalian dengan kenajisan ini.
- ST
No comments:
Post a Comment