Dulu aku membenci cinta
Aku merutuk mereka yang menjadi hambanya
Memperlakukan mereka tak ubahnya penyandang kusta
Karena memang dahulu itulah yang kupikir bahwa cinta
tak lebih dari penyakit menahun yang hanya
bisa menggerogoti tubuh.
Bahkan tanpa ragu kusebut mereka yang diperbudaknya
perempuan jalang
Mereka dengan hidupnya yang menyedihkan, menangisi sesuatu seambigu cinta.
Lantas aku hanya bisa tertawa sekarang
Jangan ditanya seperti apa
karena toh semua orang pun tahu
Dan tetap aku menolak menyebut kata itu
menyangkal namun menerima
menyembunyikan namun membeberkan
Karena di saat yang sama rasanya menjijikkan
dan menyenangkan
Kau tak ubahnya sebilah pisau
perlahan menusuk relung hati
Atau macam sebuah jarum
yang menemukan jalannya menuju pembuluh nadi
bergerak perlahan dan menyayat
seluruh isi
Dan aku yang gila ini
menerima rasa sakit bagai sebuah kecupan
Jika sakit adalah afeksi
jika penderitaan adalah candu
aku tak ragu untuk menyebut diri gila
Tak pernah ragu semenjak hari itu kusebut kata cinta
Karena kata orang ada yang salah denganku
aku setuju
ada yang salah
Dan kamulah jawabannya
No comments:
Post a Comment