Thursday, August 1, 2013

Pengkhianatan

Aku sudah mencintai kamu dengan sepenuh hati. Aku telah mengabdikan jiwaku demi kamu. Jari-jariku yang menjamah halusnya kulitmu perlahan. Segala sentuhan yang jatuh atas dirimu wahai belahan jiwaku yang rapuh. Aku perlakukan kamu bak kaca. Ya, karena kamu rapuh sepertinya. Tak pernah sekali pun aku berusaha jahati engkau. Aku mencoba menaklukkanmu. Kamu kekasih jiwaku.

Namun kenapa tiap perjumpaan kamu mencoreng hatiku? Kenapa tiap sentuhanku kau balas dengan caci makian. Kau balas cinta suciku dengan jelaga hitam. Seluruh jiwaku kau hancurkan hanya dengan satu dua langkah. Dan lantas aku pun teriak tiap kalinya. 

Kau hanya tak tahu berapa banyak aku membenci diriku sendiri tiap kau begitu. Apakah yang salah duhai cintaku? Tak cukupkah aku memberikan segala diriku untukmu? Sekali saja. Sekali ini saja aku berharap padamu.

Baik-baiklah kepadaku.

((Di suatu malam yang suntuk, ketika frustasi menghadapi mistar))

No comments:

Post a Comment